Rabu, 28 Desember 2011

Analisis Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Pada Kantor Kecamatan Balongpanggang Kebupaten Gresik

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa Struktur Inisiasi (Perilaku Tugas) dan Struktur Konsiderasi (Perilaku Hubungan) yang merupakan variabel-variabel dari gaya kepemimpinan yang sangat penting artinya bagi kepuasan kerja karyawan. Penelitian yang dilakukan pada Kantor Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik Tahun 2005 ini bertujuan mengetahui seberapa besar pengaruh perilaku tugas dan perilaku hubungan terhadap kepuasan kerja karyawan.
Untuk menguji hipotesa penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Ganda, Uji-F, Koefisien Determinasi Berganda (R2), Uji-T, Keseluruhan Analisis menggunakan Program Komputer SPSS 10.01
Gaya kepemimpinan yang berkaitan dengan pertama Perilaku Tugas dengan indikator antara lain : Penetapan tujuan yang harus dicapai, prosedur kerja yang harus dilakukan, pembagian tugas dan jadwal tugas, teknik dalam melakukan pekerjaan, batas waktu penyelesaian tugas, laporan hasil pekerjaan, kedua Perilaku Hubungan dengan indikator antara lain : Memberi dukungan moril, memberi motivasi, memberi kesempatan mengutarakan pendapat, menciptakan suasana komunikasi, memperhatikan keluhan yang dirasakan dalam pelaksanaan pekerjaan, melakukan koreksi terhadap hasil kerja, dan yang ketiga variabel kepuasan kerja dengan indikator antara lain : Puas dengan pekerjaannya, puas dengan teman kerja, puas terhadap upah yang diterima (gaji), puas terhadap keamanan lingkungan kerja, puas dengan jaminan keselamatan kerja, puas terhadap kebijakan promosi, puas terhadap pengawasan atasan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signigikan antara perilaku tugas dan perilaku hubungan dengan kepuasan kerja karyawan sebesar 70.2 % terhadap perubahan variabel Y, sedangkan sisanya 29.8 % variabel Y dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Temuan dalam penelitian ini dapat pula dikemukakan diantara variabel yang diteliti, yaitu variabel perilaku tugas 23.9 % menyebabkan peningkatan pada variabel kepuasan kerja karyawan sedangkan variabel hubungan 47.2 % menyebabkan peningkatan pada variabel kepuasan kerja karyawan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar